UNSUR HALOGEN
Disusun
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Pelajaran Kimia
Semester
1 Tahun Pelajaran 2013/2014
Disusun oleh :
Kelompok 2 (XII
IPA 1)
DEDE WINDA NUR FAUZIAH
SRI RAHAYU
YULIANA WULANSARI
ASTRI YULIANI L.
PRATWI L.MANGGALA
HARRY TRI BUNTARI
PEMERINTAH DAN
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN CIAMIS
SEKOLAH
MENENGAH ATAS NEGERI 2 CIAMIS
Jl. KH Ahmad Dahlan No. 2 Tlp (0265)771709 Ciamis 66211
2013
LEMBAR PENGESAHAN
Disusun oleh :
Kelompok 2 (XII IPA 1)
DEDE
WINDA NUR FAUZIAH
SRI
RAHAYU
YULIANA
WULANSARI
ASTRI YULIANI L.
PRATWI L.MANGGALA
HARRY TRI BUNTARI
Ciamis, 21
September 2013
Mengetahui:
Wali Kelas,
SITI NUGRAHASARI, S.Pd.
NIP: 196704021995122001
|
Guru Mata Pelajaran,
Hj. IIS
MARYATI, M.Si.
NIP:
197003121993012001
|
Kepala
Sekolah,
|
DR.H.ENDANG RAHMAT, M.Pd
|
NIP:
196005141987301008
|
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah,
puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala nikmat-Nya.
Dengan segenap ungkapan rasa terima kasih yang tidak terperi kami sampaikan
kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung seluruh proses penulisan
makalah ini sehingga penulisan makalah dengan judul “Unsur Halogen” selesai di
kerjakan tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Begitu
banyak hal yang dilalui penulis sampai dengan selesainya makalah yang menjadi
tugas pelajaran Kimia di awal semester 1 kelas XII ini. Mungkin apa yang telah
penulis hasilkan bukanlah yang terbaik, namun penulis perharap apa yang telah
kami tulis ini akan bermanfaat dan bisa digunakan dengan sebaik mungkin bagi yang
membacanya.
Kami
sadar bahwa apa yang telah kami peroleh tidak semata-mata hasil dari jerih
payah penulis semata tetapin hasil dari keterlibatan semua pihak. Oleh sebab
itu kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Guru Mata
Pelajaran yang tidak secara langsung membantu dalam penulisan makalah unuk
memenuhi salah satu tugas pada akhir semester ini.
Akhir
kata, penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam makalah ini,
untuk itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan.
Ciamis,
21 September 2013
Penulis
DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan ............................................................................................................ i
Kata Pengantar ................................................................................................................... ii
Daftar Isi ............................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ................................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah .............................................................................................. 1
1.3. Tujuan Penulisan ................................................................................................ 1
1.4. Manfaat Penulisan .............................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Halogen ............................................................................................ 3
2.2. Sifat-Sifat Unsur Halogen ................................................................................. 4
2.3. Reaksi-Reaksi Halogen ...................................................................................... 9
2.4. Kegunaan Unsur Halogen dan Senyawanya.......................................................
13
2.5. Bahaya Unsur Halogen.......................................................................................
15
2.6. Pembuatan Unsur Halogen.................................................................................
17
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan ........................................................................................................ 23
3.2. Saran .................................................................................................................. 23
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Halogen adalah kelompok unsur kimia yang berada
pada golongan VII A ditabel periodik. Kelompok ini terdiri dari: fluor (F),
klor (Cl), brom (Br), yodium (I),astatin (At), dan unsur ununseptium (Uus) yang
belum ditemukan. Halogen menandakan
unsur-unsur yang menghasilkan garam jika bereaksi dengan logam.Unsur golongan
VIIA ini merupakan unsur nonlogam paling reaktif. Unsur-unsur initidak
ditemukan di alam dalam keadaan bebas, melainkan dalam bentuk garamnya.
Mereka membutuhkan satu tambahan elektron untuk
mengisi orbit elektron terluarnya,sehingga cenderung membentuk ion negatif
bermuatan satu. Ion negatif ini disebution halida, dan garam yang terbentuk
oleh ion ini disebut halida.Keberadaan Unsur – Unsur Halogen Unsur-unsur
halogen di alam, semuanya ditemukan dalam keadaan diatomik.Hal ini terjadi
karena unsur-unsur halogen tidak stabil jika berdiri sendiri. Oleh karenaitu,
unsur halogen harus berikatan agar stabil.Unsur-unsur halogen dapat ditemukan
di beberapa tempat. Fluorin dapatditemukan di atas permukaan tanah. Klorin
dapat ditemukan di dalam air laut. Bromin juga dapat ditemukan di dalam
air laut. Begitu juga dengan iodin, yang dapatditemukan di dalam air laut.
Astatin dapat ditemukan dari pemboman bismuth dengan partikel alfa.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah
pada makalah ini adalah sebagai berikut :
b)
Apa saja sifat-sifat dari unsur halogen?
c)
Seperti apakah
reaksi-reaksi unsur halogen?
d)
Apa saja kegunaan dari unsur halogen?
e)
Bahaya apakah yang bisa ditimbulkan dari unsur
halogen?
f)
Bagaimanakah cara untuk membuat senyawa
halogen?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuannya adalah untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai unsur
halogen, sifat unsur
halogen, reaksi-reaksi, kegunaan serta bahaya
dan cara membuat halogen.
1.4 Manfaat Penulisan
a)
Menambah ilmu pengetahuan.
b)
Mengetahui lebih banyak
mengenai unsure halogen.
c)
Menyelesaikan salah satu
tugas mata pelajaran kimia kelas XII semester 1.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Pengertian Halogen
Halogen
adalah unsur-unsur golongan VIIA atau sekarang lebih dikenal dengan golongan 17
dalam tabel sistem periodik unsur, yang mempunyai elektron valensi 7 pada
subkulit ns²np⁵.
Istilah halogen berasal dari istilah ilmiah bahasa Perancis
dari abad ke-18 yang diadaptasi dari bahasa Yunani, yaitu halo genes yang
artinya ‘pembentuk garam’ karena unsur-unsur tersebut dapat bereaksi
dengan logam membentuk garam. Halogen merupakan sekumpulan unsur nonlogam
yang saling berkaitan erat, lincah, dan berwarna terang. Dan secara
alamiah bentuk molekulnya diatomik.
Untuk mencapai keadaan stabil (struktur elektron gas mulia)
atom-atom ini cenderung menerima satu elektron dari atom lain atau dengan
menggunakan pasangan elektron secara bersama hingga membentuk
ikatan kovalen. Atom unsur halogen sangat mudah menerima elektron dan
membentuk ion bermuatan negatif satu. Ion negatif disebut ion halida, dan
garam yang terbentuk oleh ion ini disebut halida.
Halogen digolongkan sebagai pengoksidator kuat karena
kecenderungannya membentuk ion negatif. Selain itu, halogen adalah
golongan yang paling reaktif karena unsur-unsurnya memiliki konfigurasi elektron
pada subkulit ns2 np5.
Golongan halogen terdiri dari beberapa unsur yaitu
Fluorin (F), Klorin (Cl), Bromin (Br), Iodin (I), Astatin (At) dan unsur
Ununseptium yang belum diketahui dengan jelas.
2.2.
Sifat-Sifat Unsur Halogen
Unsur halogen memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
a.
Sifat fisika halogen.
Sifat-sifat
|
Unsur
|
||||
Fluorin
|
Klorin
|
Bromin
|
Iodin
|
Astatin
|
|
Nomor atom
|
9
|
17
|
35
|
53
|
85
|
Massa atom relative
|
18,99
|
35,5
|
79,90
|
126,90
|
(210)
|
Titik leleh (°C)
|
-219,62
|
-100,98
|
-7,25
|
113,5
|
302
|
Titik didih (°C)
|
-188,14
|
-34,6
|
58,78
|
184,35
|
337
|
Rapatan pada 25°C (Gram/liter)
|
1,108
|
1,367
|
3,119
|
4,930
|
¯
|
Warna
|
Kuning
|
Kunung-Hijau
|
Merah tua
|
Ungu-hitam
|
|
Energi ionisasi (kJ/mol)
|
1681,0
|
1251,0
|
1139,9
|
1008,4
|
930
|
Afinitas elektron (kJ/mol)
|
328,0
|
349,0
|
324,7
|
295,2
|
270
|
Keelektronegatifan
|
3,98
|
3,16
|
2,96
|
2,66
|
2,20
|
Jari-jari ion
|
1,33
|
1,81
|
1,96
|
2,20
|
2,27
|
jari-jari atiom
|
0,64
|
0,99
|
1,14
|
1,33
|
1,40
|
Penjelasan :
1.
Jari-jari atom unsur halogen
bertambah dari fluorin sampai astatin,demikian juga dengan jari-jari ion negatifnya.
Semakin ke bawah kulit elektron
semakin banyak sehingga dalam sistem periodik semakin ke bawah maka jari-jari
atom tambah besar.
2.
Titik didih dan titik leleh dari
fluorin sampai iodin bertambah besar,karena ikatan antar molekulnya juga makin
besar. Kenaikan titik didih dn titik
lebur halogen sebanding dengan naiknya nomor atom.
3.
Hal ini berhubungan dengan
banyaknya energy yang harus dipakai untuk mengatasi gaya tarik-menarik antara
molekul-molekul zat, contohnya gaya van der waals yang menarik molekul-molekul
berdekatan satu sama lain. Gaya ini makin tinggi untuk molekul-molekul kompleks
yang memiliki banyak elektron.
4.
Wujud fluorin dan klorin pada
temperatur kamar adalah gas,bromin berwujud cair dan mudah menguap,dan iodin
berwujud padat dan mudah menyublim.
5.
Warna gas fluorin adalah kuning
muda,gas klorin berwarna kuning hijau.Cairan bromin berwarna merah coklat,dan
zat padat iodin berwarna hitam,sedangkan uap iodin berwarna ungu.
6.
Kelarutan fluorin,klorin,dan bromin dalam
air besar atau mudah sekali larut,sedangkan kelarutan iodin dalam air sangat
kecil(sukar larut)
b.
Sifat
kimia halogen.
Terdiri
atas:
Ø Kereaktifan
Beberapa hal yang mempengaruhi kereaktifan, diantaranya : harga
kereaktifan halogen F > Cl > Br > I, kereaktifan
halogen dipengaruhi kelektronegatifannya, ikatan halogen dan jari-jari atom.
Semakin besar kelektronegatifan
semakin reaktif karena semakin mudah menarik elektron. ( F > Cl > Br >
I )
Semakin kecil energi ikatan halogen,
semakin mudah diputuskan ikatan tersebut sehingga makin reaktif halogen. ( F
< Cl < Br < I )
Dalam satu golongan jari-jari atom
dari unsur halogen semakin bertambah dari flour sampai astatin makin besar jari
jari atom semakin kurang reaktif. ( F < Cl < Br < I )
·
Kereaktifan
fluor dan klor
Pada suhu kamar, fluorin berupa gas yang tidak berwarna atau agak
kekuning-kuningan dan klorin juga berupa gas dengan warna hijau pucat. Keduanya
sama seperti oksigen dapat membantu dalam reaksi pembakaran. Hidrogen dan
logam-logam aktif akan terbakar pada salah satu gas inidengan cara membebaskan
panas dan cahaya. Reaktifitas fluor lebih besar dibandingkan dengan klor, yang
dapat dibuktikan dengan terbakarnya bahan-bahan biasa termasuk kayu dan plastic
apabila berada dalam keadaan atmosfer fluor.
·
Kereaktifan
brom
Brom pada suhu kamar merupakan cairan minyak berwarna merah tua dan
mempunyai tekanan uap yang sangat tinggi. Brom cair merupakan salah satu
reagensia laboratorium umum yang paling berbahaya, karena efek uap itu terhadap
mata dan saluran hidung. Hanya 0,1 ppm bisa ditoleransi tanpa efek yang
membahayakan. Cairan ini njuga dapat menimbulkan luka bakar yang parah, bila
mengenai kulit.bromin kuran greaktif bila dibandingkan dengan Klor.
·
Kereaktifan
iodium
Iodium dapat menguap pada temperature biasa, membentuk gas berwarna
ungu-biru berbau tidak enak (perih). Kristal iodine dapat melukai kulit.
Sedangkan uapnya dapat melukai mata dan selaput lender.iodin kurang reaktif
jika dibandingkan dengan Klor.
Ø Kelarutan
Kelarutan halogen dari fluor sampai
iodin dalam air semakin berkurang. Fluor selain larut juga bereaksi dengan air,
karena sangat reaktif membentuk asam florida
2F2(g) + 2H2O(l) →
4HF(aq) + O2(g)
Iodin sukar larut dalam air, tetapi
mudah larut dalam larutan yang mengandung ion I- karena membentuk
ion poliiodida I3-, misalnya I2 larut
dalam larutan KI.
I2(s) + KI(aq) →
KI3(aq)
Karena molekul halogen nonpolar sehingga lebih mudah larut dalam
pelarut nonpolar, misalnya CCl4, aseton, kloroform, dan sebagainya.
Ø Titik didih dan titik lebur
Semua halogen mempunyai titik lebur dan titik didih yang rendah
kerana molekul-molekul halogen ditarik bersama oleh daya Van der Wals yang
lemah dan hanya sedikit tenaga diperlukan untuk mengatasinya. Semakin ke bawah,
titik lebur dan titik didih halogen meningkat.
Ø Daya Oksidasi
Halogen digolongkan sebagai pengoksidator kuat karena
kecenderungannya mudah mengikat elektron atau mudah tereduksi.
Data potensial reduksi:
F2 +
2e- → 2F-
Eo = +2,87 Volt
Cl2 +
2e- → 2Cl-
Eo = +1,36 Volt
Br2
+ 2e- →2Br-
Eo = +1,06 Volt
I2 +
2e- → 2I-
Eo = +0,54 Volt
Potensial reduksi F2 paling besar sehingga akan
mudah mengalami reduksi dan disebut oksidator terkuat. Sedangkan terlemah
adalah I2 karena memiliki potensial reduksi terkecil.
Sifat
oksidator: F2 > Cl2 > Br2 >
I2
Sifat
reduktor : I- > Br- > Cl- > F-
Reduktor terkuat akan mudah mengalami oksidasi mudah melepas
elektron ion iodida paling mudah melepas electron sehingga bertindak sebagai
reduktor kuat.
Ø Sifat asam
Sifat asam yang dapat dibentuk dari unsur halogen, yaitu: asam
halida (HX), dan oksilhalida.
a.
Asam
halida (HX)
Pada suhu kamar semua asam halida (HX) berupa gas, tidak berwarna
dan berbau menusuk. Asam halida terdiri dari asam fluorida (HF), asam klorida
(HCl), asam bromida (HBr), dan asam iodida (HI). Kekuatan asam halida
bergantung pada kekuatan ikatan antara HX atau kemudahan senyawa halida untuk
memutuskan ikatan antara HX.
Dalam golongan VII A, semakin keatas ikatan antara atom HX semakin
kuat. Urutan kekuatan asam :
HF
< HCl < HBr < HI
Titik didih asam halida dipengaruhi oleh massa atom relative
(Mr) dan ikatan antar molekul :
·
Semakin
besar Mr maka titik didih semakin tinggi.
·
Semakin
kuat ikatan antarmolekul maka titik didih semakin tinggi.
·
Pengurutan
titik didih asam halida:
HF
> HI > HBr > HCl
Pada senyawa HF, walaupun memiliki Mr terkecil tetapi memiliki
ikatan antar molekul yang sangat kuat “ikatan hydrogen” sehingga titik didihnya
paling tinggi.
b.
Asam
Oksihalida
Asam oksihalida adalah asam yang mengandung oksigen. Halogennya
memiliki bilangan oksidasi ( +1, +3, dan +7 ) untuk Cl, Br, I karena oksigen
lebih elektronegatifan. Pembentukannya :
X2O
+ H2O → 2HXO
X2O3 +
H2O → 2HXO2
X2O5 +
H2O → 2HXO3
X2O7 +
H2O → 2HXO4
Biloks
|
Oksida
Halogen
|
Asam
Oksilhalida
|
Asam
Oksilklorida
|
Asam
Oksilbromida
|
Asam
Oksiliodida
|
penamaan
|
+1
|
X2O
|
HXO
|
HClO
|
HBrO
|
HIO
|
Asam
hipohalit
|
+3
|
X2O3
|
HXO2
|
HClO2
|
HBrO2
|
HIO2
|
Asam
halit
|
+5
|
X2O5
|
HXO3
|
HClO3
|
HBrO3
|
HIO3
|
Asam
halat
|
+7
|
X2O7
|
HXO4
|
HClO4
|
HBrO4
|
HIO4
|
Asam
perhalat
|
Semakin banyak atom oksigen pada asam oksilhalida maka sifat asam
akan semakin kuat. Hal tersebut akibat atom O disekitar Cl yang menyebabkan O
pada O-H sangat polar sehingga ion H+mudah lepas. Urutan
kekuatan asam oksilhalida:
HClO > HBrO > HIO
asam terkuat dalam asam oksil halida adalah senyawa HClO4 (asam
perklorat)
2.3. Reaksi-Reaksi Halogen
a.
Reaksi halogen dengan gas hidrogen ( H2 )
Halogen bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrogen
halida. Secara umum reaksi yang terjadi dapat dituliskan seperti berikut.
X2(g)
+ H2(g) → 2HX(g)
Reaksi F2 dan Cl2 dengan
hidrogen disertai ledakan tetapi bromin dan iodin bereaksi dengan lambat.
b.
Reaksi halogen dengan logam ( M )
Halogen bereaksi dengan kebanyakan logam. Bromin dan
iodin tidak bereaksi dengan emas, platinum atau beberapa logam mulia lainnya.
Perhatikan contoh reaksi fluorin dengan tembaga berikut.
F2(g) + Cu(s)
→ CuF2(s)
2Na +
Br2 → 2NaBr
2Fe +
3Cl2 → 2FeCl3
c.
Reaksi pengusiran pada senyawa halogenida
Halogen yang kereaktifannya lebih kuat dapat mengusir
atau mendesak halida yang lebih lemah dari senyawanya. kereaktifan
F2 > Cl2 > Br2 > I2 sehingga :
F2 dapat mengusir X
(Cl2, Br2, I2)
F2 +
2KX → 2KF + X2
Cl2 dapat mengusir X (Br2, I2)
Cl2 dapat mengusir X (Br2, I2)
Cl2 +
2KX → 2KCl + X2
Br2 dapat mengusir X (I2)
Br2 dapat mengusir X (I2)
Br2 +
KX → 2KBr + X2
I2 tidak dapat mengusir F2, Cl2 dan Br2
I2 tidak dapat mengusir F2, Cl2 dan Br2
ket : unsur K dapat diganti unsur logam yang lainnya (Na, Ca, Mg dll)
F2 + 2KCl → 2KF + Cl2
Br2 + Cl- → (tidak bereaksi)
Pada reaksi pertama di atas terlihat
biloksnya F turun dari 0 menjadi -1 (reduksi) sedangkan Cl naik dari -1 menjadi
0 (oksidasi) sehingga F disebut oksidator (penyebab zat lain mengalami
oksidasi). Sehingga kereaktifan senyawa halogen sebanding dengan kekuatan
oksidatornya yaitu F2 > Cl2 > Br2 > I2
d.
Reaksi dengan basa
Klorin, bromin dan iodin dapat bereaksi dengan basa dan
hasilnya tergantung pada temperatur saat reaksi berlangsung.
Dengan basa kuat (MOH) pada suhu 150 C
(dingin) halogen ( X2 ) bereaksi membentuk halida ( X- )
dan hipohalit ( XO-).
X2 +
2MOH → MX + MXO + H2O
misalnya :
Cl2 + 2NaOH → NaCl + NaClO +
H2O
Cl2 +
2OH-→ Cl- + ClO- + H2O
Dengan basa kuat (MOH) pada suhu panas halogen (
X2 ) bereaksi membentukhalida ( X- ) dan perhalit
( XO3-).
3X2 +
6MOH → 5MX + MXO3 + 3H2O
misalnya :
3Br2 + 6KOH → 5KBr + KBrO3 +
3H2O
3Br2 +
6OH-→ 5Br- + BrO3- + H2O
e.
Reaksi
Halogen
Dengan Non Logam dan Metaloid Tertentu
Halogen bereaksi secara langsung dengan sejumlah non
logam dan metaloid. Unsur nonlogam fosfor dan metaloid boron, arsen, dan
stirium (misal Y) bereaksi dengan unsur halogen (X), reaksi yang terjadi
seperti berikut.
3X2 + 2Y → 2YX3 (jika
halogennya terbatas)
5X2 + 2Y → 2YX5 (jika
halogennya berlebihan)
Fluorin mudah bereaksi tetapi iodin sukar bereaksi.
Adapun nitrogen tidak langsung bersatu dengan halogen
karena ketidakaktifannya.
f.
Reaksi
Halogen Dengan Hidrokarbon
Halogen
umumnya bereaksi dengan hidrokarbon melalui reaksi substitusi atom hidrogen. Klorin bereaksi sangat hebat, sedangkan iodin tidak
bereaksi.
CH₄ + Cl₂ → CH₃Cl + HCl
g.
Reaksi
Halogen Dengan Air
Semua unsur halogen kecuali fluor berdisproporsionasi dalam
air, artinya dalam reaksi halogen dengan air maka sebagian zat teroksidasi dan
sebagian lain tereduksi. Fluorin bereaksi sempurna dengan air menghasilkan asam
fluorida dan oksigen. Reaksi yang terjadi seperti berikut.
2F2(g) + 2H2O(l) → 4HF(aq) + O2(g)
Fluorin dengan larutan NaOH encer menghasilkan
gas F2O, sedangkan dengan NaOH pekat menghasilkan gas O2.
Perhatikan reaksi berikut.
2F2(g) + 2NaOH(aq, encer) → F2O(g) +
2NaF(aq) + H2O(l)
2F2(g) + 4NaOH(aq, pekat) → 4NaF(aq) + 2H2O(l)
+ O2(g)
Cl2, Br2 dan I2 tidak
melarut dengan baik dalam air, reaksinya lambat. Reaksi yang terjadi adalah
reaksi redoks. Jika klorin dan bromin dilarutkan dalam air yang mengandung OH¯
(basa) maka kelarutannya makin bertambah. Reaksi yang terjadi seperti berikut.
Cl2(aq) + 2OH–(aq)→ Cl¯(aq) + ClO¯(aq) + H2O(l)
Ion ClO¯ merupakan bahan aktif zat pemutih. Senyawa
NaClO digunakan sebagai zat pemutih kertas, pulp, tekstil, dan bahan pakaian.
h.
Reaksi
Antarhalogen
Senyawa antar halogen paling mudah terbentuk dengan klorin
reaksi antar halogen yang terjadi.
X₂ + nY₂ → 2XYn
Y
merupakan halogen yang lebih elektronegatif dan N adalah 1, 3, 5, atau 7.
Senyawa yang mungkin terbentuk adalah IF₇, BrF₅, ClF₃ dan
lain-lain.
2.4. Kegunaan Unsur Halogen dan Senyawanya
Fluorin
·
Membuat senyawa klorofluoro karbon (CFC), yang dikenal dengan nama
Freon.
·
Membuat Teflon
·
Memisahkan isotop U-235 dari U-238 melalui proses difusi
gas.
Senyawa Fluorin
CFC (Freon) digunakan sebagai cairan pendingin pada
mesin pendingin, seperti AC dan kulkas. Freon juga digunakan sebagai propelena
aerosol pada bahan-bahan semprot. Penggunaan Freon dapat merusak lapisan
ozon.
·
Teflon (polietrafluoroetilena). Monomernya CF2=CF2, yaitu sejenis
plastik yang tahan panas dan anti lengket serta tahan bahan kimia, digunakan
untuk melapisi panci atau alat rumah tangga yang tahan panas dan anti
lengket.
·
Asam fluoride (HF) dapat melarutkan kaca, karena itu dapat
digunakan untuk membuat tulisan, lukisan, atau sketsa di atas kaca.
·
Garam fluoride ditambahkan pada pasta gigi atau air minum untuk
mencegah kerusakan gigi.
Klorin
·
Untuk klorinasi hidrokarbon sebagai bahan baku industri serta
karet sintesis.
·
Untuk pembuatan tetrakloro metana (CCl4).
·
Untuk pembuatan etil klorida (C2H5Cl) yang digunakan pada
pembuatan TEL (tetra etillead) yaitu bahan adaptif pada bensin.
·
Untuk industri sebagai jenis pestisida.
·
Sebagai bahan desinfektans dalam air minum dan kolam renang.
·
Sebagai pemutih pada industri pulp (bahan baku pembuatan kertas)
dan tekstil.
·
Gas klorin digunakan sebagai zat oksidator pada pembuatan
bromin.
Senyawa Klorin
·
Senyawa natrium hipoklorit (NaClO) dapat digunakan sebagai zat
pemutih pada pakaian.
·
Natrium klorida (NaCl) digunakan sebagai garam dapur, pembuatan
klorin dan NaOH, mengawetkan berbagai jenis makanan, dan mencairkan salju di
jalan raya daerah beriklim dingin.
·
Asam klorida (HCl) digunakan untuk membersihkan logam dari karat
pada elektroplanting, menetralkan sifat basa pada berbagai proses, serta bahan
baku pembuatan obat-obatan, plastik, dan zat warna.
·
Kapur klor (CaOCl2) dan kaporit (Ca(OCl2)) digunakan sebagai bahan
pengelantang atau pemutih pada kain
·
Polivinil klorida (PVC) untuk membuat paralon.
·
Dikloro difenil trikloroetana (DDT) untuk insektisida.
·
Kloroform (CHCl3) untuk obat bius dan pelarut.
·
Karbon tetraklorida (CCl4) untuk pelarut organik.
·
KCl untuk pembuatan pupuk.
·
KClO3 untuk bahan pembuatan korek api
Bromin
·
Untuk membuat etil bromida (C2H4Br2).
·
Untuk pembuatan AgBr.
·
Untuk pembuatan senyawa organik misalnya zat warna, obat-obatan
dan pestisida
Senyawa Bromin
·
Etil bromida (C2H4Br2) suatu zat aditif yang dicampurkan kedalam
bensin bertimbal (TEL) untuk mengikat tibal, sehingga tidak melekat pada
silinder atau piston. Timbal tersebut akan membentuk PbBr2 yang mudah
menguap dan keluar bersama-sama dengan gas buangan dan akan mencemarkan
udara.
·
AgBr merupakan bahan yang sensitif terhadap cahaya dan digunakan
dalam film fotografi.
·
Natrium bromide (NaBr) sebagai obat penenang saraf.
Iodin
·
Iodin Banyak digunakan untuk obat luka (larutan iodin dalam
alkohol yang dikenal dengan iodium tingtur)
·
Sebagai bahan untuk membuat perak iodida (AgI)
·
Untuk menguji adanya amilum dalam tepung tapioka.
Senyawa Iodin
·
KI digunakan sebagai obat anti jamur.
·
Iodoform (CHI3) digunakan sebagai zat antiseptik
·
AgI digunakan bersama-sama dengan AgBr dalam film fotografi
·
NaI dan NaIO3 atau KIO3 dicampur dengan NaCl untuk
mencegah penyakit gondok. Kekurangan iodium pada wanita hamil akan mempengaruhi
tingkat kecerdasan pada bayi yang dikandungnya.
2.5. Bahaya Unsur Halogen
Diantaranya sebagai berikut:
1)
Flour
Ø
Fluorida memiliki racun yang
bersifat kumulatif dan sangat beracun, jika dalam bentuk murni dia sangat
berbahaya, dapat menyebabkan pembakaran kimia parah bila bersentuhan langsung
dengan kulit.
Ø
Adanya komponen fluorin dalam air
minum yang melebihi 2 ppm dapat menimbulkan lapisan kehitaman pada gigi.
Ø
Dalam bentuk fluorine, zat ini
tidak langsung dihisap tanah tapi langsung masuk ke dalam daun-daun sehingga
menyebabkan daun berwarna kuning kecoklatan. Jika daun tersebut dimakan oleh
binatang maka bisa menyebabkan penyakit gigi rontok.
2)
Klor
Ø
Menurut para ahli, kalau klorin
bersenyawa dengan zat organik, seperti air seni atau keringat, maka akan
menghasilkan senyawa sejenis nitrogen triklorin yang dapat mengakibatkan
iritasi hebat. Senyawa organik tersebut selanjutnya dapat bereaksi menjadi gas
di kolam tertutup dan membawa dampak terhadap sel-sel tubuh yang melindungi
paru-paru.
Ø
Klor dapat mengganggu pernafasan,
merusak selaput lendir dan dalam wujud cahaya dapat membakar kulit dan bersifat
sangat beracun.
Ø
CFC (Chloro Fluoro Carbon), yang
terlepas ke udara dapat menimbulkan kerusakan pada lapisan ozon.
Ø
Kloramina, NH4Cl zat ini
sangat beracun terhadap kerang-kerang dan binatang air lainnya.
Ø
Kloroform CHCl3, yang
ditemukan dalam air terklorinasi, yang dianggap , mutagenik (dapat menimbulkan
mutasi), tetraogenik (menimbulkan kerusakan pada kelahiran) atau karsiogenik
(menimbulkan kangker).
3)
Brom
Ø
Dalam bentuk cairan zat ini
bersifat korosif terhadap jaringan sel manusia dan uapnya menyebabkan
iritasi pada mata dan tenggorokan.
Ø
Ketika brom tumpah ke kulit, akan
menimbulkan rasa yang amat pedih. Brom mengakibatkan bahaya kesehatan yang
serius, dan peralatan keselamatan kerja harus diperhatikan selama menanganinya.
Ø Timbal bromida yang terbentuk dalam mesin cenderung merusak mesin,
serta sifatnya yang mudah menguap yang lolos bersama gas-gas buangan yang dapat
mencemari atmosfer.
4)
Iodin
Ø
Kristal iodin dapat melukai kulit
Ø
Uapnya dapat melukai mata dan
selaput lender
Ø
Pada saat ini dikenal suatu jenis
penyakit yang disebabkan dari kekurangan yodium yaitu Gaky “ Gangguan Akibat
Kekurangan Yodium” merupakan penyakit yang dapat menyebabkan retardasi mental.
Penyakit ini bisa disebut defisiensi yodium atau kekurangan yodium. Saat ini
diperkirakan 1,6 miliar penduduk dunia mempunyai risiko kekurangan yodium, dan
300 juta menderita gangguan mental akibat kekurangan yodium. Kira-kira 30.000
bayi lahir mati setiap tahun, dan lebih dari 120.000 bayi kretin, yakni
retardasi mental, tubuh pendek, bisu tuli atau lumpuh.Di antara mereka yang
lahir normal, dengan konsumsi diet rendah yodium akan menjadi anak yang kurang
intelegensinya, bodoh, lesu dan apatis dalam kehidupannya.
Ø
Efek yang sangat dikenal orang akibat kekurangan yodium adalah
gondok, yakni pembesaran kelenjar tiroid di daerah leher.
2.6. Pembuatan Unsur Halogen
A.
Pembuatan
Dalam Industri
1)
Flour (F2)
Flourin diperoleh melalui metode Moisson yaitu proses elektrolisis
garam kalium hydrogen flourida (KHF2) dilarutkan dalam HF cair,
ditambahkan LiF 3% untuk menurunkan suhu sampai 100oC. Elektrolisis
dilaksanakan dalam wadah baja dengan katode baja dan anode karbon. Campuran
tersebut tidak boleh mengandung air karena F2 yang terbentuk
akan menoksidasinya.
2 HF(l) elektrolisis
H2 (g) + F2 (g)
Katode (baja) : 2H+ (aq) +
2e- → H2(g)
Anode (karbon) : 2F-(aq) →
F2(g) + 2e-
Klor (Cl2)

NaCl dicampurkan dahulu dengan sedikit NaF agar titik
lebur turun dari 800oC menjadi 600oC.
Katode : Na+ 2e- → Na
Anode : 2Cl- → Cl2 +
2e-
Untuk mencegah kontak (reaksi) antara logam Na dan Cl2 yang
tebentuk, digunakan diafragma lapis dan besi tipis.

Anoda: karbon, katoda: baja berpori, dan dinding
pemisah diafragma dari asbes. Disebut sel Nelson.
2 NaCl → 2 Na+ + 2 Cl-
Kat (baja berpori) :
2H2O(l) + 2e- → 2OH-(aq) +
H2(g)
Anoda (karbon): 2Cl-(aq) → Cl2(g) +
2e- + 2 NaCl + 2H2O → 2 NaOH + H2 +
Cl2(g)

Oksidasi gas HCl yang mengandung udara dengan
menggunakan katalis tembaga.
Reaksi :4HCl (aq) + O2(g) →
2H2O(aq)+ 4Cl-(g)
Berlangsung pada suhu ± 430oC dan tekanan
200 atm. Hasil reaksinya tercampur ± 44% N2.
2)
Brom (Br2)

Reaksi : Cl2(g) + 2Br- (aq) →
Br2(aq) + 2Cl-(g)
Dalam ekstra KCl dan MgCl2 dari
carnalite terdapat MgBr2 0,2%
MgBr2 + Cl2 → MgCl2 +
Br2

SO2 + Br2 + H2O → 2 HBr
+ H2SO4
Kemudian direaksikan dengan Cl2
2 HBr + Cl2 →2 HCl + Br2
Penyulingan dengan KBr dapat menghilangkan klor dan
dengan penambahan KOH dapat menghilangkan I2.
Cl2 + 2 KBr →2 KCl + Br2
I2 + OH- →I- +
OI- + H2O

2Br-(aq) + Cl2(g) → Br2(l) +
2 Cl- (aq)
Br2 dalam air dapat mengalami hidrolisis sesuai
reaksi.
Br2(aq) + H2O(aq) →
2 H+(aq) + Br-(g) + BrO-(aq)
Untuk mencegah hidrolisis, kesetimbangan akan digeser
ke kiri dengan penambahan H+

5
HBr(aq)+HBrO3(aq) → 3Br2(g)+3H2O(l)
3)
Yod (I2)
Garam chili mengandung NaIO3 0,2 %
Setelah mengkristalkan NaNO3, filtrat yang
mengandung IO-3 di tambah NaHSO3 lalu
di asamkan.
2NaIO3(s) + 5NaHSO3(aq) →
3NaHSO4(aq) + 2Na2SO4(s) + H2O(aq) +
I2(g)
atau
2IO3- + 5HSO3- →
5SO42- + 3H+ + H2O +I2
Endapan I2 yang terbentuk disaring dan
dimurnikan dengan cara sublimasi.
Dari lumut laut dengan cara dikeringkan dan dibakar,
selanjutnya diekstraksi dengan air. Larutan yang mengandung iodida ini akan
menghasilkan yod, bila ditambah asam sulfat dan mangan dioksida serta
didestilasi.
B.
Pembuatan
Dalam Skala Laboratorium
Di laboratorium, zat-zat kimia dibuat dalam jumlah seperlunya yang
biasanya digunakan untuk eksperimen/praktikum dengan cara yang cepat dan alat
yang sederhana. Klorin, bromin, dan iodine dapat dihasilkan dari oksidasi
terhadap senyawa halida dengan oksidator MnO2 atau KMnO2 dalam
lingkungan asam. Senyawa halide dicampurkan dengan MnO2 atau
KMnO2 ditambahkan H2SO4pekat,
kemudian dipanaskan. Reaksi yang berlangsung secara umum :
2X- + MnO2 + 4H+ →
X2 + Mn2+ + 2H2O
10X- + 2MnO4- + 16H+ →
5X2 + 2Mn2+ + 8H2O
1. Flour
Senyawa HF dapat dibuat juga di laboratorium dengan
mereaksikan garam halide (NaF) dengan asam sulfat pekat dan dipanaskan sesuai
dengan persamaan reaksiberikut :
2NaF + H2SO4 →Na2SO4 +
2HF
2. Klorin
Senyawa klorin juga dapat dibuat dalam skala
laboratorium dengan cara :

Dengan memanaskan campuran MnO2, H2SO4,
dan NaCl
MnO2(s) + 2H2SO4(aq) +
2 NaCl(s) → Na2SO4(aq) +
MnSO4(aq) + 2H2O(aq) + Cl2(g)
Mereaksikan CaOCl2 dan H2SO4
CaOCl2(aq) + H2SO4(aq) →
CaSO4(aq) + H2O(aq) + Cl2(g)
Mereaksikan KMnO4 dan HCl
KMnO4(s) + HCl(aq) →
2KCl(aq) + MnCl2(aq) + 8H2O(aq) +
5Cl2(g)
Proses untuk medapatkan unsur klorin adalah
melalui elektrolisis larutan natrium klorida pekat(br in e) akan menghasilkan
Cl2 pada anode dan H2 serta OH pada
katode.
Anoda : 2 Cl- →
Cl- + 2 e-
Katoda : 2 H2O
+ 2 e- → H2 + OH- +
2 Cl- + 2 H2O → Cl2 +
H2 + 2 OH-
Senyawa HCl dapat dibuat juga di laboratorium
dengan mereaksikan garam halide (CaCl2) dengan asam sulfat pekat dan
dipanaskan sesuai dengan persamaan reaksi berikut
CaCl2(s) + H2SO4(aq) →
CaSO4(aq) +2HCl(aq)
3. Brom
Dalam skala laboratorium, bromin dibuat dengan cara :
Proses untuk mendapatkan bromin adalah dengan
mereaksikan garam bromin dengan zat pengoksidasi, biasanya menggunakan zat
pengoksidasi gas Cl2 agar tidak mengoksidasi ion klorida. Reaksinya adalah
sebagai berikut:
2Br(s) + Cl2(g) → Br2(s) +
2Cl(g)
Mencampurkan CaOCl2, H2SO4,
dengan bromida.
CaOCl2(s) + H2SO4(aq) →
CaSO4(aq) + H2O(aq) + Cl2(g)
Cl2(g) + 2Br-(s) →
Br2(s) + 2Cl-(g)
Mencampurkan KMnO4 dan HBr pekat.
2KMnO4(s) + 16HBr(l) →
2KBr(aq) + 2MnBr2(aq) +
8H2O(aq) + 5Br2(g)
Mencampurkan bromide, H2SO4, dan MnO2.
2NaBr(s) + H2SO4(aq) +
MnO2 (s) → Na2SO3(aq) +
Br2(g) + H2O(aq)
4. katalis

3NaBr(s) + H3PO4(aq) →
Na3PO4(aq) + 3HBr(aq)

2NaBr(s) + H2SO4(aq) →
Na2SO3(aq) + Br2(g) +
H2O(aq)
4. Iodin
Unsur iodin dapat dibuat dengan cara sebagai berikut :
Iodin
diperoleh dari elektrolisis garam pekat ( brine ) seperti pada proses untuk
mendapatkan klorin. Adapun untuk mendapatkan iodin dari natrium iodat adalah
dengan penambahan zat pereduksi natrium bisulfit, NaHSO3, dengan
reaksi sebagai berikut :
2NaIO3(s) + 5NaH2SO3(aq) →
3NaHSO4(aq) + 2Na2SO4(aq) +
H2O (aq) + I2(g)
Dalam
skala laboratorium pembuatan iodin analog dengan pembuatan bromin, hanya saja
bromida diganti dengan iodida.
Senyawa HI tidak dapat dibuat dengan mereaksikan
garam dan asam sulfat karena I- akan dioksidasi oleh H2SO4.
MgI2(s) + H2SO4(aq) →
MgSO3(aq) + I2(g) +
H2O(aq)
Senyawa HI biasanya dibuat dengan pereaksi H·3PO4
3MgI2(s) + 2H3PO4(aq) →
Mg3(PO4)2(aq) + 6HI(aq)
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam Sistem Periodik Unsur, halogen merupakan golongan
yang berada pada golongan VII A, yang mempunyai elektron valensi 7 pada
subkulit ns²np⁵. Istilah halogen berasal dari ilmiah bahasa
Perancis dari abad ke-18 yang diadaptasi dari bahasa Yunani., yaitu halo
genes yang artinya ‘pembentuk
garam’ karena unsur-unsur tersebut dapat bereaksi dengan logam membentuk
garam. Halogen merupakan sekumpulan unsur nonlogam yang saling berkaitan
erat, lincah, dan berwarna terang. Dan secara alamiah bentuk molekulnya
diatomik. Golongan halogen merupakan golongan yang sangat reaktif menangkap
elektron (oksidator). Pada umumnya golongan halogen menangkap satu elektron
untuk memenuhi kulit terluarnya, karena kereaktifannya sangat tinggi sehingga
halogen tidak mungkin ada dalam keadaan bebas dialam, karema sifatnya yang
sangat reaktif sehingga halogen selalu bersenyawa dengan unsur-unsur yang lain.
Untuk mencapai keadaan stabil (struktur elektron gas
mulia) atom-atom ini cenderung menerima satu elektron dari atom lain atau
dengan menggunakan pasangan elektron secara bersama hingga
membentuk ikatan kovalen. Atom unsur halogen sangat mudah menerima
elektron dan membentuk ion bermuatan negatif satu. Ion negatif disebut
ion halida, dan garam yang terbentuk oleh ion ini disebut halida.
Halogen digolongkan sebagai pengoksidator kuat karena
kecenderungannya membentuk ion negatif. Golongan halogen
terdiri dari beberapa unsur yaitu Fluorin (F), Klorin (Cl), Bromin (Br),
Iodin (I), Astatin (At) dan unsur Ununseptium yang belum diketahui dengan
jelas. Sifat keelektronegatifan halogen senantiasa berkurang seiring dengan
bertambahnya jari-jari atomnya.
3.2 Saran
1.
Harus berhati-hati ketika menggunakan unsure halogen. karena unsur
ini dapat mengakibatkan pembakaran kimia parah jika bersentuhan langsung dengan
kulit.
DAFTAR PUSTAKA
Syamsuri. 2006. Kimia Untuk SMA Kelas XII. Jakarta:
Erlangga.
Purba, Michael. 2006. Kimia Untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
Johari, J.M.C. dan M. Rachmawati. 2010. Chemistry 3B for Senior
High School Grade XII Semester 2. Jakarta: Erlangga.
Riandari, Heni. 2009. Teori dan Aplikasi Kimia. Solo: PT Tiga
Serangkai.
Suharno. 2006. Kimia. Jakarta: Erlangga.